Beranda > Ayam Kampung > Budidaya Ayam Kampung

Budidaya Ayam Kampung

Beberapa bulan yang lalu 2 babon dari 15 babon ayam kampungku telah keluar dari tempat bertapanya.. alias mengeram🙂 yang 1 babon menetaskan 7 ekor anaknya (baca DOC = Day Old Chick) dan 1 babon lagi 8 DOC. Karena saking sibuknya bekerja jadi gak sempat memperhatikan anak2 ayam yang baru menetas,  beberapa hari berikutnya begitu kagetnya tadi pagi anankya tinggal 4 dan 6, jadi sudah 5 ekor DOC yang mati. Dilihat dari segi ekonomi saya sudah rugi Rp. 17500 (karena skr harga DOC sekarang mencapai 3500/ekor), setelah itu saya kemudian berfikir bagaimana meminimalisir kematian pada anak ayam tersebut.

Belajar dari tetangga yang beternak ayam kampung saya memperoleh ilmu untuk merawat anak ayam dari DOC hingga menjadi ayam kampung pedaging siap jual (berat -+ 1kg). ternyata sangat mudah, saya merawat 10 anak ayam tersebut dan memberi pakan  BR1 hingga kurang lebih 2 bulan dan bobot mencapai 1 kg – 1,1 kg, dan saat lagi bokek saya memanggil pembeli ayam keliling (dengan membawa kranjang ayam di motornya) ayam saya dibelinya Rp.19.000 perkilonya. Alhamdulilah.. dengan usaha kecil kecilan saya sudah mendapatkan keuntungan. Bagaimana kalau saya pelihara 100 atau 1000 ekor??? Pasti saya jadi pengusaha dadakan.. heheee…

Dengan analisa usaha sederhana:

BR1 Rp. 5.500x 20kg = 110.000 (2kg pakan/ ekor hingga bobot -/+1Kg/ekor)

Harga ayam Rp. 19.000/kg x 10 ayam = Rp. 190.000

Keuntungan 190.000 –110.000 = Rp. 80.000

Jadi saya untung Rp. 8.000 per ekor ayam selama 2 bulan pemeliharaan.

Sekarang setiap kali induk ayam menetaskan anak ayamnya saya selamatkan anak ayam tersebut kedalam box. Berbekal kayu kayu seadanya saya mencoba membuat beberapa box denagn pemanas lampu buat anak ayam supaya anak ayam tidak kedinginan, anak ayam yang baru menetas sangat rentan dengan perubahan suhu yang sangat drastis sehingga mutlak diperlukan pemanas sehingga suhu seperti anak ayam yang diasuh induknya. Dan memindahkan anak ayam ke kandang tanpa lampu setelah anak ayam berumur 2 mgg.

Ternyata jika anak ayam dipelihara intensif dengan baik tingkat kematian akan menurun malahan saya mendapatkan insentif tambahan dengan memeliharanya🙂.  Sekarang sudah ada 150 an anak ayam yang saya pelihara, alhamdulilah semuanya sehat dan sekarang siap untuk dijual lagi.. semoga artikel ini bermanfaat bagi anda yang mempunyai induk ayam yang anaknya masih dibiarkan untuk segera merawat anak anak ayam yang baru menetas, dan anda bisa jadi pengusaha ayam kecil kecilan.

  1. Agustus 19, 2011 pukul 6:07 am

    lebih bgus lagi coba divaksin dan vitamin bos, untuk mempercepat pertumbuhan

    • Agustus 19, 2011 pukul 11:46 am

      @ Dicky: betul pak, saya hanya memberi vaksin ND 1 kali pada usia 3 hari dan tiap pagi makanan saya campur rajangan daun pepaya dirajang halus sbg pengganti vitamin dan meningkatkan daya tahan..

  2. agus
    Oktober 2, 2011 pukul 7:24 pm

    induk dan jagonya ayam kampung atau salah satunya ayam jenis lain pak? pakannya menggunakan voor aja atau dioplos dengan yang jagung atau katul?

    • Oktober 3, 2011 pukul 11:46 pm

      babonnya saya punya babon jawa asli dan bangkok begitu juga dengan jagonya, untuk indukan pakannya seadanya aja, biasa saya pakai jagung, katul dan konsentrat, untuk DOCnya sampai usia 2 bln pakai pakan jadi starter.

  3. bambang rhd
    Desember 13, 2011 pukul 12:03 am

    salam kenal gan, vaksinnya cm sekali aja ya gan? Biasanya peternak menggunakan metode 3-3-3 atau 4-4-4? Akhir november kan pergantian cuaca gan,kmr ada beberapa ayam yg sakit dan tdk bs tertolong, mungkin ada kiat2 menghadapi pancaroba?

  4. Desember 14, 2011 pukul 7:36 pm

    @bambang rhd: betul gan.. sekitar bulan nov-des adalah bulan2 rawan pancaroba, yang saya siapkan hanya vitamin sebagai peningkat daya tahan tubuh ayam, sehingga pada saat pancaroba kondisi ayam fit dan sedikit yg mengalami sakit, vitamin biasanya pake redox*n atau buatan IPI, jangan lupa ayam juga perlu hijauan, saya sering mencampurkan daun pepaya sebagai hijauan,

    Sedangkan vaksin saya berikan pada minggu pertama DOC menetas, karena ayam usia 2,5-3 bulan sudah di jual. Lain halnya dengan calon indukan / indukan vaksin rutin tiap 6 bulan (biasanya okt – april)

    silakan dicoba, smg ayamnya sehat2 dan smg berhasil

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: